Sepenggal kalimat di atas merupakan nasihat Arab yang sudah tak
asing lagi di kalangan santri. Kaum muda memang memiliki peranan penting
dalam meraih kesuksesan. Hal itulah yang disadari Adnan Kasimun,
seorang putra Jawa kelahiran Sumatra. Ia percaya kesuksesan bukanlah
ladang asing yang tak terjangkau. Terlahir di keluarga yang miskin ilmu
dan harta tidak lantas menjadikan Adnan berpangku tangan menerima takdir
kemiskinan. Ia sepenuhnya yakin nasib seseorang tidak akan berubah jika
bukan dia sendiri yang mengusahakannya.
Berbekal
tekad dan harapan meraih cita-cita menjadi sarjana pertama dalam
keluarganya, Adnan pun hijrah meninggalkan kampung halaman. Dari
pedalaman Sumatra Utara ia berkelana ke berbagai tempat, dari Kisaran ke
Tapanuli, bahkan hingga ke Pare. Menuntut ilmu dari satu pondok
pesantren ke pondok pesantren lainnya, berkutat dengan pekerjaan kuli
demi memenuhi kebutuhan hidup. Menelan duka, menyeka air mata, dan
memendam rindu semata-mata demi mengangkat harkat keluarga. Tak dinyana,
kenyataan tak seindah harapan. Mampukah Adnan bertahan di tengah gerus
kehidupan yang keras ini?
|
0 komentar:
Posting Komentar